KANKER PAYUDARA
Bagi seorang wanita, payudara merupakan lambang kewanitaan yang sangat dibanggakan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Berbagai jenis kelainan payudara dapat terjadi, dibutuhkan suatu disiplin ilmu yang baik tidak hanya mendiagnosa dengan sempurna tetapi juga mengobati dengan sebaik-baiknya tanpa mengurangi aspke kosmetik.

Laki-laki dan perempuan memiliki kelenjar payudara dari perkembangan janin di dalam rahim, tetapi pada laki-laki umumnya kelenjar ini tidak berkembang dan pada wanita terjadi perkembangan sampai usia dewasa. Pada kondisi tertentu kelenjar payudara pria tidak hilang seluruhnya sehingga ketika cukup umur akan terbentuk payudara yang ukurannya jauh lebih kecil, tetapi tetap memiliki kemungkinan terjadinya kelainan payudara yang tinggi.

Tumor berarti adanya suatu benda (masa) yang tidak seharusnya ada pada adegan tubuh tertentu. Masa ini mampu saja bersifat jinak (infeksi, tumor jinak) atau bersifat ganas (kanker / karsinoma). Yang terpenting yaitu bagaimana memperkirakan apakah benjolan tersebut jinak atau ganas.

Keganasan (karsinoma) yaitu suatu penyakit yang diakibatkan karena perubahan sel dalam tubuh insan dimana terjadi pertumbuhan terus menerus dan tidak terkendali. Karsinoma mammae terjadi pada jaringan mammae, yang terdiri dari kelenjar penghasil air susu (lobul), jalan masuk yang menghubungkan lobul- lobul bermuara ke putting, jaringan lemak, kelenjar getah bening, serta jaringan ikat. 



Epidemiologi
Kanker payudara menempati urutan kedua penyebab final hidup di Amerika. Kurang lebih 183.000 wanita didiagnosis menderita keganasan payudara setiap tahunnya dan 41.000 orang meninggal karena penyakit tersebut. Di Indonesia berdasarkan “Pathological Based Registration“ karsinoma payudara mempunyai insidens relatif 11,5%. Diperkirakan di Indonesia mempunyai insidens minimal 20.000 kasus gres pertahun; dengan kenyataan bahwa lebih dari 50% pasien yang datang berobat ke petugas kesehatan dalam stadium lanjut.

Di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung antara tahun 1989-1991, frekuensi relatifnya sebesar 12,5%, sedangkan pada tahun 1992 meningkat menjadi 17,4% dan menduduki daerah kedua setelah kanker lisan rahim. Seiring dengan meningkatnya sarana pendidikan dan informasi, diharapkan lebih banyak penderita yang berobat dalam stadium dini. 

Faktor Risiko

1. Jenis kelamin : laki-laki kemungkian terkena 6-10 permil dari wanita
2. Usia : jarang < 20 tahun, < 30 tahun : 2%, > 30 tahun setiap tahun usia akan mempertinggi risiko
3. Pernah kanker : payudara sebelahnya  3-4 kali orang normal
4. Riwayat keluarga sedarah : terkena < 45 thn  risiko 5-6 kali, lebih bau tanah  2 kali atau kurang
5. Faktor endogen

Hormonal : pola menstruasi, reproduksi, faktor keluarga, adanya tumor jinak yang pernah diderita

 menarche < 10 tahun, menopause > 50 tahun

 infertilitas dan nuliparitas mempunyai kemungkinan 30-70% menderita kanker payudara jika dibandingkan dengan wanita yang mempunyai anak. Hamil pertama pada usia 18 tahun risiko 1/3 dari yang hamil pertama > 30 tahun

 kekerabatan sedarah tingkat pertama risiko 2-3 kali lipat

 pernah mempunyai tumor jinak risiko 4 kali, risiko bertambah besar sedikitnya 30 tahun setelah terkena tumor jinak

6. Faktor eksogen : radiasi pengion, hormon estrogen, zat pewarna rambut, westernized diet

- Radiasi : kurang dari 1% kanker payudara disebabkan prosedur radiologis. Radioterapi untuk kanker payudara meningkatkan risiko untuk terjadinya kanker pada payudara kontralateral

- Penggunaan hormon : Lipnik , dkk : penggunaan kontrasepsi oral untuk waktu yang lama dan digunakan pada usia sangat muda atau jika dimakan sebelum kehamilan pertama akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Vessey : penggunaan estrogen oleh wanita pada masa perimenopause dan postmenopause sebagai replacement therapy sedikit meningkatkan risiko.

- Diet : makanan yang digoreng, tinggi lemak meningkatkan risiko dua kali lipat

Manifestasi Klinis
- Payudara kanan dan kri harus diperiksa : tidak simetris bentuk dan posisi kedua payudara.
- Masa tumor :

• Konsistensi : keras

• Jumlah tumor : Beberap bejolan pada satu payudara atau kedua payudara

• Perubahan permukaan kulit yang diatasnya : kemerahan, penarikan sebagian kulit, bengkak, tampak menyerupai kulit jeruk (pori-pori terlihat jelas), adanya luka yang tidak sembuh bahkan meluas

• Puting susu : tertarik, adanya krusta-krusta, keluar cairan dari puting susu bukan masa kehamilan / menyusui

• Kelenjar getah bening : pembesaran kelenjar getah bening terutama di ketiak, dan sekitar tulang belikat.

• Tangan pada sisi sama payudara dengan benjolan mengalamic bengkak.

• Keluhan penyebaran tumor di organ lain :

- Paru-paru : batuk, sesak.

- Hati : sering terasa penuh ketika makan, mual, muntah, tubuh menjadi kuning.

- Tulang : nyeri-nyeri tulang.

- Otak : penurunan kesadaran atau gangguan fungsi gerak

Pemeriksaan Penunjang

• Ultrasonografi (USG) payudara : melihat ukuran, konsistensi dan jumlah benjolan pada payudara.
• USG hati : melihat penyebaran tumor ke hati. 
• Rontgen dada : melihat adanya penyebaran ke paru-paru atau selaput paru-paru
• Sidik tulang (bone scan) (atas indikasi) : melihat penyebaran tumor ke tulang seluruh tubuh.
• CT scan (atas indikasi)
• Laboratorium : darah rutin, fungsi ginjal, fungsi hati, dan fungsi jantung.

Pengambilan sampel (contoh ) jairngan

• Fine Needle Aspiration Biopsi (FNAB) : bukan merupakan gold standar
• Core Biopsy
• Biopsi Eksisional untuk tumor ukuran <3 cm
• Biopsi Insisional untuk tumor :
- operable ukuran >3 cm sebelum operasi utama
- inoperable
• Spesimen mastektomi disertai dengan pemeriksaan KGB
• Pemeriksaan imunohistokimia : ER, PR, c-erb B-2 (HER-2 neu), cathepsin-D, p53. (situasional)

Stadium Kanker Payudara & Terapi
• Stadium O  pengangkatan tumor tanpa harus mengankat seluruh kelenjar payudara.
• Stadium dini  operasi pengangkatan tumor saja atau seluruh payudara disertai dengan terapi pelengkap kemoterapi.
• Stadium lokal lanjut  beberapa prosedur bergantung kondisi tumor masih memungkinkan di operasi atau tidak. Operasi berupa pengangkatan seluruh kelenjar payudara. Kemoterapi diberikan dapat sebelum dan sesudah atau sesudahnya saja.
• Stadium lanjut  Sifat terapi hanya untuk memperbaiki kualitas hidup saja, karena angka final hidup yang tinggi. Terapi utama berupa kemoterapi dan radiasi. Operasi dilakukan hanya untuk menghilangkan keluhan lokal yang disebabkan oleh tumor tersebut (benjolan, luka, nyeri dsb).

Seluruh tindakan pengobatan kanker payudara sangat bergantung pada stadium dan kondisi dari tumor itu sendiri sehingga konsultasi dengan dokter penanggung jawab mutlak diperlukan.

Identifikasi Dini
Stadium kanker payudara yang rendah dapat dilakukan terapi tidak saja menghilangkan kankernya tetapi juga dapat mempertahankan kosmetik dari payudara dan menunjukkan angka kesembuhan yang tinggi. Sehingga identifikasi dini dari keganasan payudara mutlak diperlukan, tindakan ini dapat dilakukan dengan :

• SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) : dilaksanakan pada wanita usia subur ( mengalami haid teratur ) 1 x tiap ahad setelah hari pertama menstruasi terakhir.
• Pemeriksaan Fisik : dilakukan oleh dokter secara tepat, apabila pada pemeriksaan sendiri dicurigai adanya benjolan
• Mamografi : dianjurkan untuk wanita usia diatas 35 tahun setiap 2 tahun.
• Ultrasonografi : dianjurkan untuk wanita usia dibawah 35 tahun.
 
Top